Semua artikel
Adat Pernikahan

Mengenal Tata Cara dan Pesona Unik Pernikahan Adat Suku Komering (Sumatra Selatan)

Tim gedungnikah.id15 Oktober 2026
Ilustrasi pengantin bernuansa adat Komering dengan busana songket merah dan emas di pelaminan

Setiap daerah di Sumatra Selatan memiliki keunikan budaya yang luar biasa, tak terkecuali Suku Komering yang berasal dari sepanjang aliran Sungai Komering. Dalam tradisi masyarakat Komering, pernikahan bukan hanya menyatukan dua sejoli, melainkan sebuah peristiwa adat besar yang mempertemukan dan mempererat tali silaturahmi dua keluarga besar.

Jika Anda berencana melangsungkan pernikahan bernuansa tradisional Sumatra Selatan, berikut adalah tahapan dan prosesi utama dalam pernikahan adat Suku Komering yang perlu Anda ketahui:

1. Kurangan (Pernikahan / Akad Nikah)

Prosesi diawali dengan tahap persetujuan antara kedua belah pihak keluarga. Pada tahap ini, keluarga pihak pria mendatangi keluarga pihak wanita untuk mengutarakan niat melamar, mendiskusikan harta adat (uang panai/mas kawin), serta menentukan tanggal akad nikah dan resepsi.

2. Nyerah Serepa / Antaran Adat

Sebelum hari H, pihak keluarga pengantin pria membawa hantaran atau barang-barang perlengkapan yang diserahkan kepada pihak pengantin wanita. Antaran ini simbol rasa tanggung jawab dan kesiapan calon mempelai pria dalam menafkahi dan membina rumah tangga.

3. Prosesi Akad Nikah & Nyuwah (Mengagungkan Pengantin)

Setelah akad nikah sah secara agama, dilanjutkan dengan acara adat di mana kedua pengantin diarak dan disambut dengan tarian tradisional. Musik khas seperti Kulintang Komering atau musik jepin mengiringi langkah pengantin menuju pelaminan (palaman).

4. Keunikan Tata Rias dan Busana Pengantin Komering

Busana pengantin Komering terkenal sangat megah dengan warna-warna kental seperti merah tua, emas, dan hijau.

Mempelai Wanita: Mengenakan mahkota atau Asoan yang dihiasi ornamen emas, dipadukan dengan kain songket halus bermotif khas serta perhiasan dada (kalung papan/teratai).

Mempelai Pria: Mengenakan jas kain songket, celana panjang, serta penutup kepala khas yang serasi dengan busana pengantin wanita.

Tips Memilih Gedung untuk Pernikahan Adat Komering:

Area Pelaminan yang Luas: Dekorasi pelaminan adat Komering umumnya bernuansa keemasan dengan bentuk rumah panggung atau tirai ukir yang megah. Pastikan stage/pelaminan di gedung pilihan Anda memiliki lebar minimal 8–10 meter.

Kapasitas untuk Tarian Penyambutan: Pilih venue (ballroom atau hall) yang memiliki area jalan tengah (aisle) luas agar tim penari adat dapat memperagakan tarian penyambutan dengan leluasa sebelum pengantin naik ke pelaminan.

Masih bingung memilih venue?

Tim kami siap membantu mencocokkan jumlah tamu, anggaran, dan tanggal acara Anda.

Konsultasi Gratis / Hubungi Kami

Diskusi

Tanya Jawab & Komentar

Punya pertanyaan seputar venue atau persiapan pernikahan? Tulis di bawah — tim kami dan sesama calon pengantin siap menjawab.

Email tidak ditampilkan publik. Digunakan hanya untuk notifikasi jawaban.

Memuat komentar…